Melankolism

Sebuah pertanyaan dilontarkan kepada seorang penjahat dan seorang melankolis,
Apa yg bisa kau lakukan untuk membunuh seorang wanita?
Penjahat : aku akan mengintai'a dari jauh dulu tanpa ia tahu
Melankolis : ku tatap mata'a
Penjahat : ku keluarkan senjata
Melankolis : ku buat ia terpedaya
Penjahat : ku tunjukkan pada ia senjata
Melankolis : ku yakinkan dia
Penjahat : ku tempelkan senjata pada tubuh'a
Melankolis : ku bertanya pada'a
Penjahat : hey? Anda bercanda? Dengan cara bagaimana ia akan mati?
Melankolis : ceritakan lebih dulu lanjutan cara anda membunuh,
Penjahat : ku tembak bila dengan pistol, ku sayat bila dengan pisau, aku puas dengan cipratan darah'a, kujilati bila perlu, sebuah citarasa terbesar dari seorang pembunuh,
Melankolis : ku tinggal bertanya pada'a setelah jauh ia terpedaya, relakah ia mati demi aku, tanpa sentuhan apapun, bila kubiarkan dia hidup tapi setengah mati'a karena aku, itu membuatku puas, ku bisa rasakan aliran darah'a, hingga puncak'a kapanpun aku ingin membunuh'a, dia siap dengan posisi nyaman seketika,
Penjahat : benarkah itu bisa terjadi?
Melankolis : benar, kukira itu lebih dari sekedar membunuh, yg setelah korban mati seluruh jiwa'a hanya berpindah dan tak ada apa-apa lagi,
Lain dengan caraku, separuh jiwa'a berada dalam dimensi lain, dimensi ruang antara aku dan korban, sebuah sensasi, berupa siksa cinta,, perasaan luhur dari kehidupan, setingkat dibawah perasaan abadi terhadap Tuhan,
Penjahat : ajari aku menjadi seorang melankolis
Melankolis : tak ada cipratan darah
Penjahat : caramu lebih ganas namun tak melelahkan
Melankolis : tak semua yg kukata benar
Penjahat : hahaha, aku kalah, akan kubuang seluruh senjataku
Melankolis : biar untukku, coba-coba akh jadi pembunuh
Penjahat : ???????

Komentar