Hipolavoitte (Part 10)
Saling lagi mengisi, tanda pengganti hari, penjelajah tahun, perubah zaman, tanda rotasi, itulah matahari dan bulan.
Matahari, gelora cahaya meruah merah seluas bima sakti, mata telanjang dibuat silau agar takjub, meski gejolak panas'a tak setitikpun menyerang, sekedar radiasi nyata. Tak pikir kau sengat'a sedekah energi, lambang mulia cita-cita, membiuskan banyak arti, tak berbayar pula tak henti, nyawapun tak dimiliki, terpagut dalam tujuan. Beredar dalam orbit, pencipta revolusi, sekawanan persinggahan, pemberi jalan makhluk Tuhan untuk menjaga nyawa'a agar tak sia. Berjejal dalam jagad raya, mempertahankan amanat, tak tertarik apalagi menarik sebangsanya. Bagian'a berdiri tanpa jajaran petaka. Karena benar saat'a belum tiba. Saat'a tiba saat sangsangkala tertiup oleh seorang utusan. Semua bertebaran, dan tragis nian untuk dilanjutkan. Nan penting kau ingat akan datang'a kematian.
Sang kawan, bulan. Tanda keperkasaan pria dan keanggunan wanita. Satelit alam, begitu dekat terasa nyata, ratusan lagupun mendendangkan'a dalam ragam nada diatonis. Pelaut angkasa berduyun meninggalkan jejak, memikul pengalaman dalam rangkaian keilmuan. Kulupa istilah untuk lautan'a yg berupa lekukan daratan indah. Dialah penerang gelap bernama malam. Aksi liar tak ingin tertinggal, Saat dimana segerombol manusia berpikir bisa menipu Tuhan'a, seakan mereka lepas dari pandangan. Karena diperbudak oleh keinginan setan, dirasa nikmat padahal laknat.
Kini gejala ketidaksadaran beranjak muncul, dalam hati kita yg menguap hanyalah dunia, yang terapung hanyalah asa2 semu, yang tergiang hanya cinta. Sungguh kerdil makhluk semacam kita.Bersyukurpun sulit apalagi menjaga. Saat'a kau rubah kekerdilan itu dengan membuka mata, hati dan pikiran.
Pesanku. Ini memang bagian dari kekerdilan manusia di dunia, namun harus kau rasakan agar tak tawar. Jangan lupa, ikatan senyawa padat terkuat di muka bumi adalah ikatan kovalen karbon murni (diamond). Kuatkan ikatanmu dengan si dia layak'a ikatan pada (diamond) jika kau ingin bertahan lama. Harus kau tahu ikatan ini tak bisa dipaksakan.
Itulah celotehan sang guru besar, tak pernah tanpa canda yg bagi sebagian orang tak lucu, tersiratkan banyak pesan kaya makna, walau hanya dalam pertemuan singkat, saat'a ku bergegas mencari mangsa, bahan untaian kata lain untuk hari esok pula pondasi ikatan karbon murni.
(diamond) = intan
Matahari, gelora cahaya meruah merah seluas bima sakti, mata telanjang dibuat silau agar takjub, meski gejolak panas'a tak setitikpun menyerang, sekedar radiasi nyata. Tak pikir kau sengat'a sedekah energi, lambang mulia cita-cita, membiuskan banyak arti, tak berbayar pula tak henti, nyawapun tak dimiliki, terpagut dalam tujuan. Beredar dalam orbit, pencipta revolusi, sekawanan persinggahan, pemberi jalan makhluk Tuhan untuk menjaga nyawa'a agar tak sia. Berjejal dalam jagad raya, mempertahankan amanat, tak tertarik apalagi menarik sebangsanya. Bagian'a berdiri tanpa jajaran petaka. Karena benar saat'a belum tiba. Saat'a tiba saat sangsangkala tertiup oleh seorang utusan. Semua bertebaran, dan tragis nian untuk dilanjutkan. Nan penting kau ingat akan datang'a kematian.
Sang kawan, bulan. Tanda keperkasaan pria dan keanggunan wanita. Satelit alam, begitu dekat terasa nyata, ratusan lagupun mendendangkan'a dalam ragam nada diatonis. Pelaut angkasa berduyun meninggalkan jejak, memikul pengalaman dalam rangkaian keilmuan. Kulupa istilah untuk lautan'a yg berupa lekukan daratan indah. Dialah penerang gelap bernama malam. Aksi liar tak ingin tertinggal, Saat dimana segerombol manusia berpikir bisa menipu Tuhan'a, seakan mereka lepas dari pandangan. Karena diperbudak oleh keinginan setan, dirasa nikmat padahal laknat.
Kini gejala ketidaksadaran beranjak muncul, dalam hati kita yg menguap hanyalah dunia, yang terapung hanyalah asa2 semu, yang tergiang hanya cinta. Sungguh kerdil makhluk semacam kita.Bersyukurpun sulit apalagi menjaga. Saat'a kau rubah kekerdilan itu dengan membuka mata, hati dan pikiran.
Pesanku. Ini memang bagian dari kekerdilan manusia di dunia, namun harus kau rasakan agar tak tawar. Jangan lupa, ikatan senyawa padat terkuat di muka bumi adalah ikatan kovalen karbon murni (diamond). Kuatkan ikatanmu dengan si dia layak'a ikatan pada (diamond) jika kau ingin bertahan lama. Harus kau tahu ikatan ini tak bisa dipaksakan.
Itulah celotehan sang guru besar, tak pernah tanpa canda yg bagi sebagian orang tak lucu, tersiratkan banyak pesan kaya makna, walau hanya dalam pertemuan singkat, saat'a ku bergegas mencari mangsa, bahan untaian kata lain untuk hari esok pula pondasi ikatan karbon murni.
(diamond) = intan
Komentar
Posting Komentar