Hipolavoitte (part 2)
Aku seorang pengembara waktu yang telah berjuta kali diterjang ilmu, yang kutelan dalam hingga menjadi kekuatan untuk menantang arus kehidupan, umurku kini 1/4 abad, dan membawaku pada sebuah kesaksian bahwa betapa sempit'a dunia tanpa belahan jiwa, itu pesan yang kudapat saat menatap mata para pasangan2 yg terlihat bahagia, walau cangkang kebahagiaan itu diselimuti lagi oleh candu2 palsu, 2 detik, 2 menit, 2 jam, 2 hari, 2 bulan, 2 tahun, tak sama perasaan dengan apa yang kau katakan pada'a saat 2 detik terlama lalu. Dan 2 detik saat awal menatap'a lalu jatuh cinta.
Keadaan dimana logika diburu nafsu, cinta semu, tawa-tawa tak tentu, emosi tak karu, saat yang mereka anggap indah.
Perjumpaan seru terjadi, ketika ku termangu menatap bunga di halaman tempatku menuntut ilmu, seorang gadis tak nian bagai penabur bunga surga, menyapa dengan lembut lalu berkata, alangkah elok jika engkau tersenyum adam, hendak ku jawab, wajahku terbakar padam, lalu tertunduk. Belum sempat menyudahi helaan nafas, dan kedipan mata yang kedua, dia hilang dari jangkauan. Mungkin ini saat'a ku mencari jawaban dari mimpi yang lama menjadi misteri. Apakah dia yang dalam mimpi itu ??
Keadaan dimana logika diburu nafsu, cinta semu, tawa-tawa tak tentu, emosi tak karu, saat yang mereka anggap indah.
Perjumpaan seru terjadi, ketika ku termangu menatap bunga di halaman tempatku menuntut ilmu, seorang gadis tak nian bagai penabur bunga surga, menyapa dengan lembut lalu berkata, alangkah elok jika engkau tersenyum adam, hendak ku jawab, wajahku terbakar padam, lalu tertunduk. Belum sempat menyudahi helaan nafas, dan kedipan mata yang kedua, dia hilang dari jangkauan. Mungkin ini saat'a ku mencari jawaban dari mimpi yang lama menjadi misteri. Apakah dia yang dalam mimpi itu ??
Komentar
Posting Komentar