Hipolavoitte (part 19)

. . . Gadis dengan celotehan tadi, ia sambarkan petir padanya,sementara aku ia biarkan. Beruntung sempat ia berlari, menjauh dari pelampiasan puncak keegoisan.
Tak dapat kutahan, kulayangkan sebuah permintaan padanya. Lebih baik kita menuju puncak gunung itu, kau lihat? Kita berangkat kesana dalam suasana damai maka segerakanlah selesai urusan kita begitu disana. Maka tak ada luka selain dari kita. Ia setuju.
Dia dan aku berjalan bersama berdampingan, seperti tak pernah terjadi apa-apa. Mata'a tetap merah.
Perjalanan begitu damai bagai dua saudara yang tak lama bertemu, padahal kami saudara berlawanan visi. Ditengah perjalanan kuceritakan seluruh tentang seorang ayah yang telah melahirkan kami berdua, dalam pandanganku.
Dia pejuang, seorang petarung zaman dikala serangan dalam sendi kehidupan terasa menegang. Berdua dengan ibuku menaklukkan serpihan kepiluan yang tercecer serasa mencabik kebebasan. Kehidupan yang seharusnya tak harus terkekang namun hilang karena kekejaman. Pernah ia bilang sebelum jauhku dewasa, sebuah pertarungan akan membawamu pada dunia. Kau akan dikenang karena menjadi penegak kebenaran diluar apapun yg akan terjadi. Tak kumengerti namun kini perlahan seiring jejak kita nampaklah arti pernyataan dia. Sebelum beranjak ku remaja entah kemana ia pergi. Detik2 sebelum kepergian'a menantang maut menaklukkan gairah kekejaman kota besar, ia seolah bertingkah tak layak'a manusia, seperti bagian tubuh'a adalah setan. Ia tampar aku dan rajam ibuku hingga meronta lalu pergi.
Tak lama saudara sekaligus musuhku memotong pembicaraan, ia kata dialah ayahku, setelah kejadian itu ia nikahi ibuku dan lahirkan aku, aku adik terjahatmu. Telah sampailah kita pada puncak gunung yang kau mau, dengan cara bagaimanakah ku bisa membunuhmu dengan halus, buatlah dirimu senyaman mungkin sehingga regangan nyawamu akan terasa halus, mingkin perlu kau tegak anggurku ini, teguklah hingga puas sambil ia lempar pada wajahku. Tak kulawan, sekedar diam ku termenung, tak lama kupejamkan mata . . .

Komentar