#9 - Logika Kucing
Review
Ini salah satu tulisan gue paling lucu sih, kalo kata gue. Gue cuma pengen ngingetin bahwa cinta itu anti logika.
Dan kenyataannya lo sadari atau enggak emang kayak gitu.
Gue kadang perhatiin, kayak gini misalnya.
Cewek tuh seneng dimanjain, manjain aja terus kalo lo mau jadi babu nya? bener gak?
Cewek dilahirkan untuk dibimbing bukan untuk dimanjain.
Saat lo memegang emosinya, lo bisa ngerti dia.
Dan kenyataannya gitu.
Gak semua yang cewek minta, bener-bener yang dia pengen.
Semakin lo mikir gimana cara ngertiin wanita semakin lo mampus dan desperate.
Gue pengen ngasih tau, simpen jauh-jauh logika lo kalo udah masalah cewek.
Pegang tangan dan hatinya, terus ajak maen roller coaster.
Bener kan?
Oh iya, sosok ekselensia yang gue tulis ini pernah berwujud. Cuma sayang, mungkin Tuhan lebih sayang sama dia. :)
Ini salah satu tulisan gue paling lucu sih, kalo kata gue. Gue cuma pengen ngingetin bahwa cinta itu anti logika.
Dan kenyataannya lo sadari atau enggak emang kayak gitu.
Gue kadang perhatiin, kayak gini misalnya.
Cewek tuh seneng dimanjain, manjain aja terus kalo lo mau jadi babu nya? bener gak?
Cewek dilahirkan untuk dibimbing bukan untuk dimanjain.
Saat lo memegang emosinya, lo bisa ngerti dia.
Dan kenyataannya gitu.
Gak semua yang cewek minta, bener-bener yang dia pengen.
Semakin lo mikir gimana cara ngertiin wanita semakin lo mampus dan desperate.
Gue pengen ngasih tau, simpen jauh-jauh logika lo kalo udah masalah cewek.
Pegang tangan dan hatinya, terus ajak maen roller coaster.
Bener kan?
Oh iya, sosok ekselensia yang gue tulis ini pernah berwujud. Cuma sayang, mungkin Tuhan lebih sayang sama dia. :)
Victor (X) dan Ekselensia (Y)
Suatu hari dihari indah" mereka,
X : maaf, kali ini aku harus melupakanmu, aku harus segera mencuci otakku,
Y : mengapa? Setelah sekian lama, apalah arti kata" manismu?
X : banyak rumus yang harus kuingat, kau menghabiskan volum ingatanku percuma,
Y : apalah artiku selama ini bagimu?
X: kumpulan data yg menghabiskan setengah isi memoriku
Y : kau ternyata tak lebih dari robot, perasaanmu hanya sekedar sistem
X : sistem yg membentuk hidupku, perasaan hanya penjegal
Y : perasaanlah pembentuk kehidupan
X : logikalah pembentuk kehidupan, matematika adalah bahasa tuhan menyampaikan seruan'a terhadap manusia, fisika dan kimia adalah puisi"a
Y: logikalah perusak, eksakta teknologi dan antek"a, hanya memanipulasi manusia, ilmu hatilah penguasa logika jika kau ingin hidup bahagia, hidup itu perasaan
X : perasaan manusia tak pernah bisa menciptakan listrik, energi, membuat bangunan, mereaksikan senyawa, hidup itu eksakta
Y : eksakta itu jembatan antara tuhan dengan makhluk'a, semakin tinggi ilmumu, haruslah kau makin dekat denganNya
X : haha, eksakta itu pengungkap rahasia, dengan ini aku yakin dapat mengungkap sebuah misteri suatu hari nanti,
Y : misteri apa lagi? Bisakah kau tahan waktu barang satu menit saja?
X : belum bisa, tak lama akan segera ku menemukan cara'a
Y : tak akan pernah
X : tutup matamu, semenit lagi buka matamu
(1 menit kemudian)
X : buka matamu
Y : sudah, apa yang terjadi?
X : satu menit lalu, aku telah merubah diriku sendiri terkuasai logika, ternyata logika tak pernah bisa menjelaskan semua hal di dunia
Y : kau telah benar" menghentikan 1 menit dari dirimu?
X : ia benar, hingga kini mana bisa seseorang bisa menciptakan sebuah sistem layak'a tuhan mengapresiasikan salah satu keindahan dunia'a padaku, menciptakan keindahan sesosok manusia cantik sepertimu
Y : syukurlah, kau telah kembali
X : tadi aku hanya mengujimu, tak pernah kubiarkan logika memakan hati dan darahku sendiri
Y : andai semua ilmuwan sepertimu
X : aku hanya satu, teruntuk engkau
Y : maksudku pemikiran'a, tentang logika
X : satu pikiran, ada wanita hebat dibalik seorang ilmuwan hebat
Y : aku?
X : bukan, kucing betina kesayanganku
Y : meong,
X : hahahaha
Komentar
Posting Komentar