#6 - K

Review

Ini zamannya maen abjad-abjad nih
Lagi zamannya gue mikir gimana nyusun kalimat demi kalimat sakti
Yang bisa bius sana-sini, bius yang baca

Masa transisi lagi gak betah-betahnya kuliah sama kangen zaman SMA
Masa transisi antara tulisan gue dengan bahasa yang sulit dan ringan
Zaman lagi banyaknya diganggu makhluk halus atau mulus
 -_- 
hahaha

Pernah kepikiran gak sih kenapa kita bisa saling suka?

Ngapain dipikirin?
Suka sama orang itu kan gak pake alesan

Mau marah, mau sebel, mau nangis, mau jungkir balik, mau apa kata orang
Gue tetep suka sama dia kok

Yang suka sama dia itu kita
Orang gak tau apa-apa
Yang rasain itu gue sama dia bukan mereka
Persetan orang mau ngomong apa
Gue gak peduli

Suka itu cuma diantara dua orang
Suka itu gak usah pake penjelas
Suka itu gak pake alesan
Suka itu gak banyak ngomong

Suka itu cuma perlu dinyatakan
Suka itu kamu :3




udah lama nih sekuel gombal duel abjad ga muncul lagi ..
dari mulai A/B sampai I/J
kalau dibaca tuh ternyata saya yang dulu terlalu tinggi dalam berbahasa
yang baca pasti bilang, maksudnya apa?

saya cuma mainin kata, tanpa kekuatan makna di tiap kalimat.
soal? kata cantik nian untuk jadi rangkaian pelampiasan perasaan.
sekarang saya lahir kembali dengan sedikit kekuatan makna dan frasa di tiap cerita
tiap abjad dipisah karena kekuatan karakter tiap abjadnya meningkat

selamat berlogika kata ! !


K :
ilusi kata, perhatiin deh

kamu yang disitu apa kabar?
lama kenal atau engga sih kita? bingung ya? sama
yang jelas takdir itu udah lama ditulis ga usah dibantah lagi
tentang pertemuan dan perpisahan itu, aku sudah tahu sejak kamu datang ...

karena terlalu biasa untuk menjadi kita dengan segera
ya terlalu biasa, aku tak mau menjadi kita denganmu dengan biasa
bila ada kita nanti pasti bukan biasa
setelah menjadi kita nanti, kita beda dengan kita mereka

biar waktu bermain sejenak dengan sejuta keluguannya
menjadikan masing-masing datang pada saat itu
saat kita sama tertegun tentang kenapa harus kita?

tak harus satu ungkap biar memuncah dua arah saling berbuih
bila tak acap dua, tendang hingga melengkung
membentuk sabit pelangi berpusar merah tertahan luruh
saat itu aku tak lagi, terlalu nyata merah menatap, biar langit saja
lewat hening menjerat, lewat petang yang merona menguning renta

lalu kenapa?
karena dinding kita sekarang itu setinggiku 18x, bukan lagi biasa
bila kau izinkan, hanya jika kau izinkan tentu
loncatanku bisa lebih dari itu untuk menjamah
agar tak lagi berdinding
agar bisa sama menjamah langit

biar saja pelan
karena kepastiannya
ada dalam dirimu, ya atau tidak
dan lihat saja nanti

karena dengan dinding itu saja
aku bersyukur bisa melewati dimensi yang sama
sama waktu dibeda ruang
ada atau tidak ada kita

senyumanmu itu, ah!
seharusnya tak kuucapkan
aku tak ingin lagi kehilangan bahasa bisunya berdusta

teruntuk kamu sang pujaan semesta
karena aku tak lagi pandai bermain berkata
dan kamu tak usah sadar ...

karena semua kata ini adalah ilusi
(be trapped or not?)

Komentar