#7 - Petrichor Eccedentiast
Review
Essen ya
Dia tuh
Rambutnya pendek kayak polwan
Alisnya tebel
Matanya belo
Kayak panda sering begadang
Pipinya tirus
Hidungnya mancung, tapi sering gue bilang jambu aer
Kalem banget orangnya
Sampe gue ajak ngobrol baru cerewet
Yaelah serius amat haha
Gini
Kalo yang ini bukan terinspirasi dari perempuan manapun
Gue cuma pengen ngasih pesan
Sebenernya cinta itu rumit
Selama dua orang itu gak saling ngerti
Cinta itu indah
Selama dua orang itu saling ngerti
Ngerti bahwa pasangannya itu alasan
Kenapa mereka harus bertahan
Bertahan karena mereka saling percaya
Dan semua jujur terkatakan oleh dua-duanya
Lalu, keduanya sama-sama yakin
Jadinya? indah kan? :3
Tanggal 5 oktober kan ya?
Essen
Essen ya
Dia tuh
Rambutnya pendek kayak polwan
Alisnya tebel
Matanya belo
Kayak panda sering begadang
Pipinya tirus
Hidungnya mancung, tapi sering gue bilang jambu aer
Kalem banget orangnya
Sampe gue ajak ngobrol baru cerewet
Yaelah serius amat haha
Gini
Kalo yang ini bukan terinspirasi dari perempuan manapun
Gue cuma pengen ngasih pesan
Sebenernya cinta itu rumit
Selama dua orang itu gak saling ngerti
Cinta itu indah
Selama dua orang itu saling ngerti
Ngerti bahwa pasangannya itu alasan
Kenapa mereka harus bertahan
Bertahan karena mereka saling percaya
Dan semua jujur terkatakan oleh dua-duanya
Lalu, keduanya sama-sama yakin
Jadinya? indah kan? :3
Tanggal 5 oktober kan ya?
Namanya ...
Sebut saja
Petrichor Eccedentiast
Petrichor Eccedentiast
Essen
Panggilan manisku untuk dia
Dulu
Tepat 2 tahun lalu aku bertemu dia
Bukan tentang bagaimana caranya aku membuat dia jatuh cinta, tapi bagaimana cara dia membuat aku ingin memilikinya
Saat itu aku yang begitu dingin, jatuh hati juga padanya
Entah kenapa
Ini puisi aku untuknya dulu
Kamu tahu kan, puisiku tak jarang selalu bagus
Kali ini mungkin tak akan terlalu bagus
Kali ini mungkin tak akan terlalu bagus
Waktu itu cinta benar-benar mengalahkan kata kata
Essen
Ada banyak perempuan
Mereka cantik
Aku tak pernah tergerak
Aku tak pernah benar benar
Benar
Mereka tak pernah benar benar membuatku ingin
Bahasa tubuhmu itu
Cantikmu mungkin hanya 7/10
Namun semua milikmu
Tentangmu
Berbicara dalam dalam
Dalam perasaanku
Bahkan dalam diam, dalam jauh, dalam ketidakberadaan, dalam kesepian dan kerinduanmu, dalam keteguhan dan kekuatanku
Sehingga aku ingin
Ingin berhenti
Berhenti membohongi diriku sendiri
Kamu begitu mengerti
Bahkan saat diam
Dan hanya saat kita saling bertatapan
Saat matamu begitu dalam
Mengartikan mata aku
Ada kedamaian dalam matamu
Kamu mengerti mataku lebih banyak bicara daripada lisanku
Aku kehabisan kata kata
Essen
Kamu tak pernah ada dulu
Dulu hanya kamu yang aku lihat sekarang
Dulu kamu hanya bayangan
Kamu hanya akan segera berwujud
Kamu bagian dari diriku yang akan segera aku temukan
Dulu itu ilusi
Semua kata dulu harus kamu baca nanti
Karena essen itu kamu
Kamu itu essen
Kamu yang telah aku lihat dan berwujud
Kamu yang akan aku temui
Kamu, tak lama lagi
Komentar
Posting Komentar