Logika Kucing
Victor (X) dan Ekselensia (Y)
Suatu hari dihari indah" mereka,
X : maaf, kali ini aku harus melupakanmu, aku harus segera mencuci otakku,
Y : mengapa? Setelah sekian lama, apalah arti kata" manismu?
X : banyak rumus yang harus kuingat, kau menghabiskan volum ingatanku percuma,
Y : apalah artiku selama ini bagimu?
X: kumpulan data yg menghabiskan setengah isi memoriku
Y : kau ternyata tak lebih dari robot, perasaanmu hanya sekedar sistem
X : sistem yg membentuk hidupku, perasaan hanya penjegal
Y : perasaanlah pembentuk kehidupan
X : logikalah pembentuk kehidupan, matematika adalah bahasa tuhan menyampaikan seruan'a terhadap manusia, fisika dan kimia adalah puisi"a
Y: logikalah perusak, eksakta teknologi dan antek"a, hanya memanipulasi manusia, ilmu hatilah penguasa logika jika kau ingin hidup bahagia, hidup itu perasaan
X : perasaan manusia tak pernah bisa menciptakan listrik, energi, membuat bangunan, mereaksikan senyawa, hidup itu eksakta
Y : eksakta itu jembatan antara tuhan dengan makhluk'a, semakin tinggi ilmumu, haruslah kau makin dekat denganNya
X : haha, eksakta itu pengungkap rahasia, dengan ini aku yakin dapat mengungkap sebuah misteri suatu hari nanti,
Y : misteri apa lagi? Bisakah kau tahan waktu barang satu menit saja?
X : belum bisa, tak lama akan segera ku menemukan cara'a
Y : tak akan pernah
X : tutup matamu, semenit lagi buka matamu
(1 menit kemudian)
X : buka matamu
Y : sudah, apa yang terjadi?
X : satu menit lalu, aku telah merubah diriku sendiri terkuasai logika, ternyata logika tak pernah bisa menjelaskan semua hal di dunia
Y : kau telah benar" menghentikan 1 menit dari dirimu?
X : ia benar, hingga kini mana bisa seseorang bisa menciptakan sebuah sistem layak'a tuhan mengapresiasikan salah satu keindahan dunia'a padaku, menciptakan keindahan sesosok manusia cantik sepertimu
Y : syukurlah, kau telah kembali
X : tadi aku hanya mengujimu, tak pernah kubiarkan logika memakan hati dan darahku sendiri
Y : andai semua ilmuwan sepertimu
X : aku hanya satu, teruntuk engkau
Y : maksudku pemikiran'a, tentang logika
X : satu pikiran, ada wanita hebat dibalik seorang ilmuwan hebat
Y : aku?
X : bukan, kucing betina kesayanganku
Y : meong,
X : hahahaha
Komentar
Posting Komentar