Katana

menurut saya
emosi adalah pedang
kalau kamu seorang samurai
emosi adalah pedang yang selalu kamu bawa kemana-mana
kita lihat dimana posisi emosi dan pedang dalam kisah percintaan

perasaan kita itu tempatnya pedang
emosi kita adalah pisau

saat kamu seneng
kamu lagi nyimpen dalam-dalam pedang kamu
kamu hanya bertukar bunga mawar hitam, merah dan putih

saat kamu sedang emosi?
pedang kamu keluar dari tempatnya
ada beberapa pilihan

kamu hunuskan pada diri sendiri
kamu tebaskan pada orang lain

ujung lidah pedang itu sama dengan ujung lidah kamu saat emosi

saat emosi
manusia saling mengalahkan dengan emosinya sendiri
kalau dia kalah atas emosinya sendiri
dia menjadi orang lain

ujung lidah pedang ia tebaskan
dengan ketajamannya
dia melukai

kata kata ia keluarkan
dengan ketajamannya juga
dia melukai

sama sama melukai
sama sama berbekas
memang ada kata maaf setelahnya
tapi bekas luka itu akan selalu ada

iya kalau pemaaf
iya kalau masih hidup
iya kalau masih ada waktu

bukan salah kamu
karena
kamu jadi orang lain
saat kamu emosi

ini masalah kendali
keahlian memegang pedang
kemampuan mengendalikan emosi
ini tentang kedewasaan

apa jadinya kalau emosi diluar kendali?
sama sama cinta ujungnya saling melukai
saling menggores, saling tebas, saling hunus

yang sebenernya saling melukai emosi keduanya kan?
bukan orang yang saling mencintai kan?

cinta saking indahnya hanya mengalah
sabar dan mudah tenggelam
kebanyakan kembali timbul dengan terlambat
padahal begitu kuat, sangat kuat

timbul setelah banyak goresan dan darah
selalu gitu
kebanyakan gitu kan?
karena mereka bukan atau belum jadi seorang samurai

jadilah ahli pedang terhebat
seorang samurai
atau jangan coba coba main pedang sekalipun

penyesalanmu membuat pedang berbalik
menghunus diri kamu sendiri
sakiti aja diri kamu sendiri
lagi lagi kendali
kamu udah kuat pegang pedang belom sih?

kalau kamu gak kuat?
cinta kamu bohong
kamu hanya mencintai untuk membunuh kemudian
kamu gak pernah tau kapan kamu dikuasai emosi
kamu gak tau kapan kamu ditenggelamin emosi
kamu gak tau kapan pedang itu menyerang orang yang kamu cintai
kamu gak tau kapan kamu mati ditangan pedang kamu sendiri
manis sih
tapi berdarah-darah
ada bekas luka

sekali lagi
belajar kendali
perlahan lahan
kuncinya ada di nafasmu, ketenanganmu dan kedalaman hatimu

kenali Tuhan
ketenangan dan kehebatan Tuhan
Tuhan mengajarkan kita berbagai hal dalam diam
Tuhan adalah role model kekuatan kendali paling tinggi

lucu kan?
kamu mencintai dia karena diri sendiri
kamu berpisah dengannya karena kamu jadi orang lain sesaat
karena emosi sesaat

menyesal?
udah kebanyakan orang nyesel
belajar kendali sebelum terus nyesel
nyesel aja terus gak pernah bahagia

bahagia itu diujung dan gak akan berakhir bukan diawal aja, itu yang dirasain seorang samurai

kamu mau tau gimana aku memainkan pedang?
aku buat ujung pisau yang tajam mengarah pada badanku
kemudian, ada tiga pilihan

menghunus diri sendiri, menahan dengan tangan kiri sisi tajam pedang
melawan diri sendiri dalam kendali

diam menghela nafas, terpejam berbalik bahkan melempar pisau
melawan emosi diri sendiri dengan diam

menghentakkan sisi tumpul padanya
diam menghentak membuatnya bangun atau segera pergi kala tak ujung sadar

selalu dan akan sakit dulu, memang,
kadang melelahkan
karena kendali itu ilmu level tinggi

pedang sesungguhnya diciptakan untuk membela diri
bukan untuk membunuh

begitu juga emosi
emosi diciptakan untuk kita kuasai
bukan untuk ngancurin orang yang kita cintai

emosi membuat kita ingin memiliki
emosi juga yang bisa ngancurin diri kita dalam sekejap

pedang dan emosi sama-sama bikin kita waspada dan selalu bangun
karena hal yang paling sulit
melawan dan mengalahkan diri sendiri
semakin kuat kita
semakin tajam pedang kita
semakin kuat emosi kita
semakin kuat juga cinta kita

bukan cinta dangkal
mempermainkan emosi
mempermainkan ujung pedang
kalau udah luka?
yang salah siapa?

memiliki cinta itu indah
sama indahnya dengan
memiliki sebuah pedang
pedang terbaik hanya dimiliki seorang samurai
cinta terbaik hanya dimiliki kita
kita yang memiliki kendali

indah kan?
makanya
aku hanya akan memulai sesuatu yang gak akan pernah berakhir
hanya akan satu cinta lagi dan gak akan pernah berakhir
sama dengan seorang samurai
hanya akan mengeluarkan pedang untuk musuh terbaik
tidak akan dia mengotori tangannya untuk musuh yang tidak sekelas dengannya
tangan kotornya dulu hanya buat buktiin kalau dia pernah belajar
bahkan dengan musuh yang salah, yang terlalu lemah

kalo aku bukan seorang samurai,
apa bedanya aku dengan yang lain?

ngomong doang ya ..

selamat merenung dan selamat pagi

Komentar