CI
Ada penantang serius lagi
Dia cantik, berkali kali dia bilang dia tak bisa membohongi dirinya sendiri
Dia janji kalau aku menulis dari hati paling dalam buat dia, dia akan pergi mencari laki laki lain
Tepati janjimu
Aku menyukai tatapanmu
Buat kamu mata terindah
Mata pembunuh
Beruntung aku tak jatuh hati padamu
#CI
Pagi manis ...
Maafkan aku karena terlalu jujur
Jujur bermain tanpa celah
Kamu cuma bisa diam
Baca, nikmati, rasakan dan silahkan
Tenggelam
Kamu
Sengaja aku buat jauh
Karena
Sungguh
Seluruh
Seluruh perhatianku
Sekarang
Tertuju pada satu
Mata kamu
Perpaduan putih hitam itu
Digerayangi binar binar
Hantaran perasaanmu
Geli geli beradu gurau
Saling halus berbicara dalam diam
4, 5, 6 detik
Aduh, aku kelilipan
Aku kalah
Padahal kita belum lagi ketemu
Kalau tak jauh jauh
Di masa depan kita tak bersatu
Kita butuh jauh sebelum tak akan lepas
Nanti, terlalu dekat
Selalu dekat
Sedekat coklat dan manis
Sedekat cincin dan jari manis
Kamu
Yang selalu dan akan merindukan suaraku
Kamu perlu tak mendengarku sekarang
Karena udara dalam tubuh kita akan saling melingkar nanti
Tarikan nafasku endorfin tubuh kamu
Suaraku yang bekerja terlalu dalam
Walau seringan udara sore daerah selatan
Sangat dalam, dalam alam bawah sadarmu
Bahkan aku yang tak lebih baik dari dia
Aku adalah candu
Lugu lugu geli serdadu
Selalu
Tapi
Aku lebih mematikan dari dia
Aku bisa membuatmu berdaya tanpa apa apa
Dengannya kau masih rindu
Tanpaku kau enggan bicara
Muram seharian
Dengannya kau nyaman
Tanpaku kau enggan lagi tersenyum
Senyum pun kecut tak lebih manis dari cuka
Aku adalah alasan mengapa kamu tak punya alasan untuk menangis
Aku alasan kau berburu goda membuatku cemburu
Percuma
Rindu itu jadi kau nikmati
Kau belajar banyak sebelum kita benar benar bertemu
Aku tahu kok
Kamu gak akan nakal
Kamu mendengar, kamu percaya
Kelingking kita pernah saling melingkar
Kita saling percaya, kamu selalu ingat
Aku tahu
Hentak getar cinta itu bekerja
Bergetar dalam gelanggang hati kamu
Menggema membuka
Remuk merajam lalu
Memipih membentuk tanda jambu merah
Jambu merahmu
Yang akan membuat tanganmu ku genggam erat
Iya kedua tanganmu
Lalu nanti aku bilang
Satu yang kuiinginkan
Mata sayu itu tak pernah berhenti
Berhenti marah, kesal, nangis, ketawa
Dan kembali pada satu titik
Aku
Nafasmu sesal walaupun senyummu manis
Dia yang memilikimu sekarang
Aku yang membukakan matamu nanti
Jahat aku atau dia?
Baik dia
Aku begitu mematikan buat kamu
Kamu pergi kamu sakit
Aku sumber rasa sakitmu
Aku juga penawarmu
Bukan dia
Aku
Percaya?
Mataku yang akan kamu liat setiap pagi
Sebelum kamu melihat matahari
Matamu yang akan selalu aku lihat
Setelah aku melihat bulan
Rugi mataku cepat merah
Matamu terik, diam tapi berisik
Gaduh mengonyak pecandu parasmu
Aku
Aku tak perlu berbuih berbusa
Beradu sendu berlagu
Aku bukan dia
Aku berbeda karena
Aku tak lagi melaju dalam waktu
Aku melaju dalam doa
Aku pernah salah
Karenanya
Aku sekarang tanpa laga ego
Satu
Aku hanya yakin
Percaya
Kamu
Kamu juga
Tuhan bekerja
Mempersatukan
Sederhana kan
Karena di masa depan
Bukan lagi aku atau kamu
Kita, nanti
Tak lama lagi
Serius bener ya kamu
Cuma lagi ngelamun sambil nulis kok
Gimana kalau bukan cuma buat kamu
Linu ?? Ya !!
Dari aku untuk kamu
Dari hati yang terdalam
Tepati janjimu
. . .
Dia cantik, berkali kali dia bilang dia tak bisa membohongi dirinya sendiri
Dia janji kalau aku menulis dari hati paling dalam buat dia, dia akan pergi mencari laki laki lain
Tepati janjimu
Aku menyukai tatapanmu
Buat kamu mata terindah
Mata pembunuh
Beruntung aku tak jatuh hati padamu
#CI
Pagi manis ...
Maafkan aku karena terlalu jujur
Jujur bermain tanpa celah
Kamu cuma bisa diam
Baca, nikmati, rasakan dan silahkan
Tenggelam
Kamu
Karena
Sungguh
Seluruh
Seluruh perhatianku
Sekarang
Tertuju pada satu
Mata kamu
Perpaduan putih hitam itu
Digerayangi binar binar
Hantaran perasaanmu
Geli geli beradu gurau
Saling halus berbicara dalam diam
4, 5, 6 detik
Aduh, aku kelilipan
Aku kalah
Padahal kita belum lagi ketemu
Kalau tak jauh jauh
Di masa depan kita tak bersatu
Kita butuh jauh sebelum tak akan lepas
Nanti, terlalu dekat
Selalu dekat
Sedekat coklat dan manis
Sedekat cincin dan jari manis
Kamu
Yang selalu dan akan merindukan suaraku
Kamu perlu tak mendengarku sekarang
Karena udara dalam tubuh kita akan saling melingkar nanti
Tarikan nafasku endorfin tubuh kamu
Suaraku yang bekerja terlalu dalam
Walau seringan udara sore daerah selatan
Sangat dalam, dalam alam bawah sadarmu
Bahkan aku yang tak lebih baik dari dia
Aku adalah candu
Lugu lugu geli serdadu
Selalu
Tapi
Aku lebih mematikan dari dia
Aku bisa membuatmu berdaya tanpa apa apa
Dengannya kau masih rindu
Tanpaku kau enggan bicara
Muram seharian
Dengannya kau nyaman
Tanpaku kau enggan lagi tersenyum
Senyum pun kecut tak lebih manis dari cuka
Aku adalah alasan mengapa kamu tak punya alasan untuk menangis
Aku alasan kau berburu goda membuatku cemburu
Percuma
Rindu itu jadi kau nikmati
Kau belajar banyak sebelum kita benar benar bertemu
Aku tahu kok
Kamu gak akan nakal
Kamu mendengar, kamu percaya
Kelingking kita pernah saling melingkar
Kita saling percaya, kamu selalu ingat
Aku tahu
Hentak getar cinta itu bekerja
Bergetar dalam gelanggang hati kamu
Menggema membuka
Remuk merajam lalu
Memipih membentuk tanda jambu merah
Jambu merahmu
Yang akan membuat tanganmu ku genggam erat
Iya kedua tanganmu
Lalu nanti aku bilang
Satu yang kuiinginkan
Mata sayu itu tak pernah berhenti
Berhenti marah, kesal, nangis, ketawa
Dan kembali pada satu titik
Aku
Nafasmu sesal walaupun senyummu manis
Dia yang memilikimu sekarang
Aku yang membukakan matamu nanti
Jahat aku atau dia?
Baik dia
Aku begitu mematikan buat kamu
Kamu pergi kamu sakit
Aku sumber rasa sakitmu
Aku juga penawarmu
Bukan dia
Aku
Percaya?
Mataku yang akan kamu liat setiap pagi
Sebelum kamu melihat matahari
Matamu yang akan selalu aku lihat
Setelah aku melihat bulan
Rugi mataku cepat merah
Matamu terik, diam tapi berisik
Gaduh mengonyak pecandu parasmu
Aku
Aku tak perlu berbuih berbusa
Beradu sendu berlagu
Aku bukan dia
Aku berbeda karena
Aku tak lagi melaju dalam waktu
Aku melaju dalam doa
Aku pernah salah
Karenanya
Aku sekarang tanpa laga ego
Satu
Aku hanya yakin
Percaya
Kamu
Kamu juga
Tuhan bekerja
Mempersatukan
Sederhana kan
Karena di masa depan
Bukan lagi aku atau kamu
Kita, nanti
Tak lama lagi
Serius bener ya kamu
Cuma lagi ngelamun sambil nulis kok
Gimana kalau bukan cuma buat kamu
Linu ?? Ya !!
Dari aku untuk kamu
Dari hati yang terdalam
Tepati janjimu
. . .
Komentar
Posting Komentar