Jawaban Kuis (1) lain
Ini jawaban lain dari temenku. Dia perempuan.
Dia jawabnya telat, tapi aku suka kepolosan tulisannya.
Dia bisa bikin tulisan dengan ide yang dalam.
Selamat Membaca.
Dia jawabnya telat, tapi aku suka kepolosan tulisannya.
Dia bisa bikin tulisan dengan ide yang dalam.
Selamat Membaca.
Jawaban no. 1
Disuatu daerah yang jauh dari hiruk pikuknya keramaian kota, tinggallah seorang anak yang cerdas, tampan, santun dan rajin beribadah. Anak itu bernama Arfan. Sejak kecil ia sudah diajarkan untuk menghafal Al-qur’an oleh orang tuanya. Ia senang melukis, dan senang bercerita melalui lukisan yang dibuatnya. Ayahnya selalu mengajak dirinya untuk melihat tempat-tempat yang indah, menikmati dan memaknai setiap ayat-ayat Tuhan yang berwujud dihadapannya dan yang ia rasakan dalam kehidupannya. Inilah yang membuat hatinya peka terhadap lingkungan disekitarnya dan membuat imajinasi yang luar biasa dalam melihat indahnya kebesaran Tuhan. Ayahnya berharap agar anaknya selalu dapat bersyukur atas apa yang Tuhan anugerahkan kepada dirinya dan kepada semua makhluk di dunia.
Suatu ketika Tuhan menguji kehidupannya. Ia dan ayahnya mengalami sebuah kecelakaan dan mengakibatkan dirinya kehilangan penglihatan dan kehilangan ayah yang dicintainya untuk lebih dulu menghadap Sang Pencipta. Setelah peristiwa itu, ia bertekad untuk selalu bersyukur atas apa yang ia miliki sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ayahnya. Waktu berlalu dengan cepat, ia tak dapat lagi melihat indahnya dunia. Namun, memori tempat yang indah, dimana dulu pernah ia lewati bersama ayahnya, selalu tergambar jelas dalam pikirannya. Meskipun kini, dunia tak lagi terang dalam penglihatannya. Tentu saja ia tak kesepian dalam menjalani kehidupan, ibunda tercinta selalu setia merawat, membimbing serta menemaninya dalam keadaan apapun. Arfan tetap menikmati hidup yang telah Tuhan takdirkan. Ia bahkan hampir lupa akan hobinya dalam melukis. Namun, Arfan memiliki hobi baru, hobi yang ia dapatkan ketika Tuhan merubah hidupnya, yaitu mendengarkan radio. Dimana mendengarkan radio menjadi salah satu penghibur hati Arfan ketika ia merasa bosan. Diradio tersebut selalu dibacakan sebuah cerita yang menarik oleh penyiar radio. Sebelum cerita dibacakan, penyiar radio tersebut tak pernah lupa unuk menyebutkan nama pengarang cerita tersebut, serta tak pernah lupa juga menyampaikan bahwa si pengarang cerita adalah orang yang hebat, meskipun ia memiliki kekurangan dalam indera pendengarannya, tapi ia mampu menghasilkan karya sastra cerita yang luar biasa. Begitu seringnya nama dan kehidupan pengarang tersebut disampaikan oleh penyiar, Arfan sampai hafal nama pengarang cerita dalam radio itu. Setiap kali, setelah mendengarkan cerita tersebut, Arfan selalu terinspirasi untuk mewujudkan cerita itu dalam sebuah lukisan. Ia sangat mengagumi dan sangat tertarik pada setiap cerita yang dibuat oleh pengarang tersebut. Arfan ingin bertemu dengan si pengarang cerita, lalu mengajaknya berbicara hanya untuk mengungkapkan rasa kagumnya pada setiap cerita yang dibuat. Sejak saat itulah, ia mulai melukis kembali.
Arfan tumbuh menjadi seorang pemuda yang baik. Berkat kerja keras dan kesungguhannya, ia mampu melukis dengan penglihatannya yang kini terbatas. Ia menyadarkan diri untuk tidak meninggalkan kemampuannya dalam melukis. Semakin ia belajar, semakin ia mahir dan memiliki imajinasi yang tinggi untuk terus bercerita tentang gambaran lukisan Tuhan didunia, serta mewujudkan cerita yang selalu ia dengarkan diradio yang kemudian ia tuangkan melalui goresan kuas dalam kanvasnya. Lukisan yang dibuatnya begitu indah, begitu hidup dan luar biasa. Awalnya ia hanya menyalurkan apa yang ingin ia ceritakan melalui lukisannya. Sampai suatu ketika, banyak orang yang tertarik pada lukisannya. Ia pun akhirnya dengan niat yang kuat, rasa percaya diri, serta dukungan dari ibunda tercintanya, mampu menggelar pameran lukisan yang luar biasa untuk yang pertama kali dalam hidupnya. Sejak saat itu, melukis menjadi hobi sekaligus pekerjaan yang menghasilkan bagi dirinya. Ia tak menyangka akan hikmah dibalik rencana hidup yang Tuhan berikan kepadanya.
Seorang gadis manis sederhana yang berkerudung sedang menikmati lukisan dipameran Arfan. Ia adalah salah satu pengunjung yang tertarik pada hasil karya Arfan. Namun, ada satu hal yang membuat gadis itu menjadi lebih tertarik pada lukisan itu. Ia seperti tak asing ketika melihat lukisan dihadapanya. Gadis itu ingin sekali bertemu dengan orang yang membuat lukisan tersebut. Ia pun mencari orang yang mengadakan pameran itu. Sampai akhirnya ia bertemu dan merasa terkejut. Gadis itu membayangkan bahwa pemilik pameran lukisan ini adalah seseorang yang luar biasa dengan kesempurnaannya, sesempurna hasil lukisannya. Namun ternyata, ia melihat kenyataan lain. Gadis itu tak terasa menitikkan air mata ketika berdiri dihadapan Arfan. Dalam hatinya ia memuji kebesaran Sang Illahi. Betapa luar biasa Tuhan menciptakan mahkluknya yang tak sempurna, namun dapat menghasilkan suatu karya yang luar biasa. Gadis itu pun berkenalan dengan Arfan dan saling berbincang. Ketika disebutkan nama gadis tersebut, Arfan sontak terkejut. Ia mendengar bahwa gadis itu menyebutkan namanya adalah Azkiatun Nufhust. Nama itu adalah nama yang sering ia dengar. Nama pengarang cerita diradio yang dikagumi olehnya sejak dulu sampai saat ini. Dimana ia terinspirasi banyak oleh cerita-ceritanya dan akhirnya dapat mengadakan pameran lukisan tersebut. Arfan menceritakan kekagumannya pada gadis itu. Ia juga mengucapkan terima kasih karena gadis itu telah menginspirasinya untuk melukis kembali. Mereka saling mengagumi satu sama lain. Akhirnya gadis itu tau mengapa lukisan yang dipajang dalam pameran tersebut terasa tak asing dipahami olehnya, karena Arfan mewujudkan cerita gadis tersebut kedalam lukisannya. Sejak saat itulah mereka menjalin komunikasi yang baik satu sama lain. Saling jatuh cinta, dan saling menerima kekurangan diantara keduanya. - end-
Jawaban no. 2
Ketika andaikan saya mati suri selama 10 hari, yang akan terjadi adalah isak tangis keluarga, sahabat, teman, guru, dan orang-orang yang pernah mengenal saya. Itu yang paling pertama. Jangankan mati suri 10 hari, mati suri 2 hari pun mungkin banyak hal yang terlewatkan, ini menurut pola pikir kita sebagai manusia. Yang dilewatkan dalam urusan akhiratnya seperti meninggalkan shalat, meninggalkan kewajiban terhadap orangtua, kewajiban menuntut ilmu, dan kewajiban-kewajiban lainnya dalam islam. Sedangkan hal-hal yang terlewatkan dalam urusan dunia, seperti besosialisasi dengan oranglain/sahabat/teman/dsb serta meninggalkan rutinitas yang biasa dilakukan. Namun, sejujurnya ketika Tuhan menakdirkan kita untuk mati suri, maka tak ada yang terlewatkan dalam hal apapun didunia, karena Tuhan tau apa yang seharusnya kita lakukan dan kita dapatkan.
Adapun efeknya bagi orang tedekat adalah sudah pasti mereka akan sangat merasa kehilangan. Sedangkan efek bagi masa depan saya adalah saya yakin saya akan menjadi orang yang lebih baik lagi dimasa depan. Karena mati suri yang saya alami tentu akan ada hikmah yang luar biasa yang akan saya dapatkan.
Tapi sangat tak berharap mengalami hal demikian hehe naudzubillah J
Jawaban no. 3
Saya memilih menerima orang yang mencintai saya, karena cinta itu datang dan hadir atas kehendak-Nya. Karena belum tentu cinta yang diperjuangkan akan mendapatkan ridho-Nya.
Komentar
Posting Komentar