Pemenang Kuis (1)
Baru sempet ngasih tahu nih siapa yang menang.
Dia gak mau disebut namanya, dia perempuan, teman lama saya yang sebentar lagi akan segera menikah.
Silahkan baca jawaban dia.
1. Pertanyaan kamu ada-ada aja bal, hal ini hampir gak mungkin terjadi di dunia nyata. Kita bedah dulu deh, aku ngerti bal kamu coba bikin kondisi si perempuan sama laki-laki diserang indera terlemahnya. Kamu cuma pengen lagi maen-maen kan? Kenyataannya Tuhan melemahkan masing-masing indera, telinga untuk perempuan dan mata untuk laki-laki buat saling mencintai, kedua indera itu gerbangnya.
Coba kamu perhatiin, kalo perempuan sedang jatuh cinta ketemu temen perempuannya apa yang dia bilang? Fokus pada beberapa kata kunci, dia care, peduli, perhatian dia tuh beda deh pokoknya, paling kalo bilang ganteng bonus lah. Padahal perempuan aja yang bodoh, laki-laki sama semua ujungya, yang bikin bedain tuh dia ngelakuin apa yang dia katakan gak? dan apakah dia nepatin janji dia? gak semua laki-laki bisa gitu.
Dia gak mau disebut namanya, dia perempuan, teman lama saya yang sebentar lagi akan segera menikah.
Silahkan baca jawaban dia.
1. Pertanyaan kamu ada-ada aja bal, hal ini hampir gak mungkin terjadi di dunia nyata. Kita bedah dulu deh, aku ngerti bal kamu coba bikin kondisi si perempuan sama laki-laki diserang indera terlemahnya. Kamu cuma pengen lagi maen-maen kan? Kenyataannya Tuhan melemahkan masing-masing indera, telinga untuk perempuan dan mata untuk laki-laki buat saling mencintai, kedua indera itu gerbangnya.
Coba kamu perhatiin, kalo perempuan sedang jatuh cinta ketemu temen perempuannya apa yang dia bilang? Fokus pada beberapa kata kunci, dia care, peduli, perhatian dia tuh beda deh pokoknya, paling kalo bilang ganteng bonus lah. Padahal perempuan aja yang bodoh, laki-laki sama semua ujungya, yang bikin bedain tuh dia ngelakuin apa yang dia katakan gak? dan apakah dia nepatin janji dia? gak semua laki-laki bisa gitu.
Kalo laki-laki? satu pertanyaan dari temennya. Cewek lo cantik gak? Mana liat fotonya?
Coba sekarang aku yang buat skenarionya, sayangnya aku lebih pintar dari kamu bal. Aku cerita singkat aja ya males bikin cerita panjang panjang.
Gini, gak mungkin kedua-duanya itu langsung buta sama tuli . Di pikiranku sih awalnya sehat-sehat aja. Nih laki bad boy banget. Dia punya pacar cantik bukan maen, kalah lah itu pevita, raisa, haha. Sebut aja laki-lakinya Budi, perempuannya Mawar. Mawar punya kakak perempuan yang sama-sama cantik, tapi gak secantik Mawar, namanya Melati. Mawar itu orangnya baik, jutek, tapi kadang bikin penasaran, makanya Budi ngebet banget. Kalo Melati orangnya baik juga, agak cerewet, tapi kadang jutek, judes tapi perhatian. Kalo Budi maen ke rumah Mawar, kadang Budi bercanda dan ngobrol dengan Melati. Melatinya sih dingin dingin aja gak respon. Tapi kamu tahu? diam-diam Melati menaruh rasa sama Budi. Bahkan mungkin perasaan Melati terhadap Budi lebih besar daripada Mawar.
Why? There`s no reason in love, isn`t it?
Kamu bisa nebak cerita selanjutnya Bal? Aku rasa engga.
Budi tiba-tiba mengalami kecelakaan motor. Entah bagaimana ceritanya, Budi kehilangan penglihatannya. Budi sangat terpukul. Terus Mawar gimana? Mawar layu dong, dia pergi. Mana mau dia punya laki-laki buta.
Dalam keterbatasan itu, Melati yang selalu menghibur Budi. Melati berkata bahwa kegelapan yang Budi rasakan adalah rasa sayang Tuhan terhadap dirinya. Mungkin Tuhan menegur kamu, matamu begitu lemah, sehingga karena lemah matamu kau banyak melemahkan perempuan dengan lisanmu, termasuk adiknya. Karena kata-kata Melati, Budi begitu terpukul. Dia merasa bahwa Melati benar.
Tak lama dalam kunjungan kesekian kalinya, Melati datang dengan biasanya kepada Budi. Melati berkata bahwa dia ingin Budi tetap semangat, karena Melati terus berusaha mencarikan donor mata untuknya.
Sampai akhirnya donor mata didapatkan, setelah hampir 3 bulan. Alih-alih senang, Budi malah terlihat sedih. Budi sadar bahwa selama ini dia salah, Melati tidak mengerti.
Budi berkata bahwa selama dia tidak bisa melihat dan hanya bisa mendengar dan merasakan perhatian Melati. Dia merasa bahwa itulah cinta sesungguhnya. Ketika dia selalu ada. Tanpa alasan. Dalam kegelapan dia merasakan bahwa selama ini matanya tak pernah menuntun dia pada cinta yang benar.
Melati tertegun, mungkin inilah jawaban do`a dia selama ini.
Budi berkata bahwa dia menginginkan Melati untuk menjading pendamping hidup dia selamanya, Budi merasa dia tak perlu melihat lagi. Dia merasa Tuhan terlalu baik padanya. Dia ingin mengucapkan rasa syukurnya yang tak terhingga kepada Tuhan dengan memiliki Melati.
Seberapa hebat sih Melati? kamu tahu gak apalagi yang terjadi kepada Budi karena kecelakaan itu, Budi pun kehilangan suaranya. Terus bagaimana hanya dengan tiga indera dia berkomunikasi? Budi terbiasa mengirimkan pesan dengan ponsel tanpa melihat. Sehingga semua apa yang dia inginkan bisa dia tuliskan dengan jelas dalam ponselnya. Jadi Melati tak benar-benar tuli, tapi dia tak lagi bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Budi. Melati tak lagi bisa mendengar kata-kata manis Budi. Dalam keterbatasan, Melati tetap melabuhkan cintanya pada Budi. Budi sangat bersyukur walau dia hanya bisa mendengar dan merasakan kebaikan Melati.
Tragis? Iya lah karena kamu ada-ada aja Bal.
Aku udah pengalaman :)
Basi sih kamu udah tahu kali ya.
Basi sih kamu udah tahu kali ya.
Coba sekarang aku yang buat skenarionya, sayangnya aku lebih pintar dari kamu bal. Aku cerita singkat aja ya males bikin cerita panjang panjang.
Gini, gak mungkin kedua-duanya itu langsung buta sama tuli . Di pikiranku sih awalnya sehat-sehat aja. Nih laki bad boy banget. Dia punya pacar cantik bukan maen, kalah lah itu pevita, raisa, haha. Sebut aja laki-lakinya Budi, perempuannya Mawar. Mawar punya kakak perempuan yang sama-sama cantik, tapi gak secantik Mawar, namanya Melati. Mawar itu orangnya baik, jutek, tapi kadang bikin penasaran, makanya Budi ngebet banget. Kalo Melati orangnya baik juga, agak cerewet, tapi kadang jutek, judes tapi perhatian. Kalo Budi maen ke rumah Mawar, kadang Budi bercanda dan ngobrol dengan Melati. Melatinya sih dingin dingin aja gak respon. Tapi kamu tahu? diam-diam Melati menaruh rasa sama Budi. Bahkan mungkin perasaan Melati terhadap Budi lebih besar daripada Mawar.
Why? There`s no reason in love, isn`t it?
Kamu bisa nebak cerita selanjutnya Bal? Aku rasa engga.
Budi tiba-tiba mengalami kecelakaan motor. Entah bagaimana ceritanya, Budi kehilangan penglihatannya. Budi sangat terpukul. Terus Mawar gimana? Mawar layu dong, dia pergi. Mana mau dia punya laki-laki buta.
Dalam keterbatasan itu, Melati yang selalu menghibur Budi. Melati berkata bahwa kegelapan yang Budi rasakan adalah rasa sayang Tuhan terhadap dirinya. Mungkin Tuhan menegur kamu, matamu begitu lemah, sehingga karena lemah matamu kau banyak melemahkan perempuan dengan lisanmu, termasuk adiknya. Karena kata-kata Melati, Budi begitu terpukul. Dia merasa bahwa Melati benar.
Tak lama dalam kunjungan kesekian kalinya, Melati datang dengan biasanya kepada Budi. Melati berkata bahwa dia ingin Budi tetap semangat, karena Melati terus berusaha mencarikan donor mata untuknya.
Sampai akhirnya donor mata didapatkan, setelah hampir 3 bulan. Alih-alih senang, Budi malah terlihat sedih. Budi sadar bahwa selama ini dia salah, Melati tidak mengerti.
Budi berkata bahwa selama dia tidak bisa melihat dan hanya bisa mendengar dan merasakan perhatian Melati. Dia merasa bahwa itulah cinta sesungguhnya. Ketika dia selalu ada. Tanpa alasan. Dalam kegelapan dia merasakan bahwa selama ini matanya tak pernah menuntun dia pada cinta yang benar.
Melati tertegun, mungkin inilah jawaban do`a dia selama ini.
Budi berkata bahwa dia menginginkan Melati untuk menjading pendamping hidup dia selamanya, Budi merasa dia tak perlu melihat lagi. Dia merasa Tuhan terlalu baik padanya. Dia ingin mengucapkan rasa syukurnya yang tak terhingga kepada Tuhan dengan memiliki Melati.
Seberapa hebat sih Melati? kamu tahu gak apalagi yang terjadi kepada Budi karena kecelakaan itu, Budi pun kehilangan suaranya. Terus bagaimana hanya dengan tiga indera dia berkomunikasi? Budi terbiasa mengirimkan pesan dengan ponsel tanpa melihat. Sehingga semua apa yang dia inginkan bisa dia tuliskan dengan jelas dalam ponselnya. Jadi Melati tak benar-benar tuli, tapi dia tak lagi bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Budi. Melati tak lagi bisa mendengar kata-kata manis Budi. Dalam keterbatasan, Melati tetap melabuhkan cintanya pada Budi. Budi sangat bersyukur walau dia hanya bisa mendengar dan merasakan kebaikan Melati.
Tragis? Iya lah karena kamu ada-ada aja Bal.
2. Ah aku gak senang pertanyaan kamu yang ini. Maksa tahu gak?
Mati suri? Kapan dulu? Pas liburan gak? haha
Engga, gini loh. Mati suri 10 hari? Semua udah nganggap kita mati lah?
Tapi kalo misalnya apa yang akan terjadi? Beneran sih tergantung timing nya kapan. Kalo kamu pas deket-deket mau sidang skripsi gimana?
Aku ngartiin mati suri 10 hari itu bukan mati suri beneran. Tapi ketika 10 hari aku tak melakukan apa yang aku harus aku lakukan. Aku hidup, tapi jiwaku mati. Ketika aku mendengar nafsuku daripada akalku. Atau ketika aku tak menjadi aku. Atau ketika aku benar-benar menghilang.
Kalo aku sih ya, kalo aku hilang 10 hari gitu.
Kalo buat orang terdekat pasti kalut banget, mereka gak bakal berhenti nelponin, nyari ke rumah aku, padahal aku lagi dimana gitu, mungkin tersesat di hutan lagi berkelana. haha
Kalo buat masa depan? Aku yakin 10 hari gak bakal pengaruh buat masa depanku. Aku percaya ada Tuhan kok.
3. Aku pilih jodohku. Udah, gak pake alesan.
Mati suri? Kapan dulu? Pas liburan gak? haha
Engga, gini loh. Mati suri 10 hari? Semua udah nganggap kita mati lah?
Tapi kalo misalnya apa yang akan terjadi? Beneran sih tergantung timing nya kapan. Kalo kamu pas deket-deket mau sidang skripsi gimana?
Aku ngartiin mati suri 10 hari itu bukan mati suri beneran. Tapi ketika 10 hari aku tak melakukan apa yang aku harus aku lakukan. Aku hidup, tapi jiwaku mati. Ketika aku mendengar nafsuku daripada akalku. Atau ketika aku tak menjadi aku. Atau ketika aku benar-benar menghilang.
Kalo aku sih ya, kalo aku hilang 10 hari gitu.
Kalo buat orang terdekat pasti kalut banget, mereka gak bakal berhenti nelponin, nyari ke rumah aku, padahal aku lagi dimana gitu, mungkin tersesat di hutan lagi berkelana. haha
Kalo buat masa depan? Aku yakin 10 hari gak bakal pengaruh buat masa depanku. Aku percaya ada Tuhan kok.
3. Aku pilih jodohku. Udah, gak pake alesan.
Komentar
Posting Komentar