Dananti Dudativihr Allein

Ich sehen gern deine Augen
Liebe dein
Dananti Dudativihr allein,














Lancar selancar
Sebelum
Hilang terbang

Aku pernah janji
Aku ingkar
Bukan aku khianat
Karena janji tak memihak
Memihak dia

Janji itu ternyata kamu
Selama itu
Kamu berlayar
Melewati waktu
Hanya pada satu
Aku

Aku bergeming
Sejenak karena
Aku ingin
Nanti dan akhir saja
Sekarang
Aku lagi bermain untuk
Nanti hingga
Bertemu

Aku bersandiwara
Seolah tidak
Selama itu
Karena
Aku hanya ingin
Nanti

Segalanya kamu
Sesederhana itu
Biar
Sesebal apa
Semarah apa
Kamu lucu

Asal tidak
Sebohong apa
Sekhianat apa
Kamu

Lebih baik
Pergi
Kamu
Dingin

Karena
Atau
Jika
Kamu
Hanya
Dusta Kecut

Aku nanti
Jadi

Mimpi
Pemimpi
Pemimpin

Aku dengan dia
Bukan kamu
Dia itu kamu
Yang bukan dia

Mit freundlichen Grussen,

Iqbal

Komentar